Kamis, 06 Maret 2014

Sahabat Sejati

           
Bel  sekolah berbunyi itu tanda dari proses belajar mengajar akan segera di mulai.Aku adalah siswi baru di salah satu SMA Negri di Makassar panggil saja aku Awhy, apabila setiap orang melihatku mereka akan takjub melihat kulitku yang putih hehehe..Aku tidak tahu harus berkata apa untuk  menjawab  pertanyaan mereka yg seperti ini, “Mengapa ku Kulitmu sangat Putih?apakah kamu Luluran setiap hari?”mereka perlu tahu, aku hnyalah seorang gadis biasa yang hidup ditengah-tengah masyarakat.
Oh iya! Aku memiliki seorang Teman yang menurutku dia adalah orang yang baik.., sebut saja dia Ririn.
 Aku dan Ririn sudah berteman sejak SMP, hingga sekarang kami duduk bersama lagi di bangku SMA. Saat pertma kali bertemu, aku berfikir dia adalah orang yang sombong & angkuh..pokoknya aku selalu berfikiran jelek tentangnya.
Saat itu aku sedang mencari kelas ku,  disaat aku menjadi siswi baru di SMP, aku bertemu dengannya dan aku tersenyum kepadanya dengan penuh kepolosan lalu berkata
”Hai,kelasmu disini juga yah..?”
sambil berdiri di depan pintu dan matanya hanya tertuju pada handphonenya dia berkata “iya”.
Aku berkata lagi padanya “mm..salam kenal yah..panggil saja aku awhy, aku harap kita bisa jadi teman baik”
Dengan gayanya yang seperti tadi dia membalasnya dengan kata yang hanya terdiri dari 3 huruf “iya”.
 Aku sangat tidak menyukai sikap orang yang seperti dia, jadi aku masuk ke kelas dengan alis yang mengkerut sedikit dan berkata didalam hati
 “ah! Pasti tak ada yang ingin berteman dengan orang sepertinya!dia sangat sombong! Aku tidak bakalan mau berteman dengan orang sepertinya”.
Sudah 2 minggu aku menjadi siswi baru..Bel istirahat pun berbunyi, dengan cepat aku membereskan buku-buku di mejaku dan bergegas ke kantin,tiba-tiba  langkahku kuperlambat, aku melihat kakak kelas yang sangat tampan tapi itu menurtuku.. karna mata ini hanya tertuju pada kakak kelas tiba-tiba...
 Gubrakk!! Aku terjatuh karna kaki ku tersandung batu, seketika pandangan semua orang hanya tertuju kearahku dan mereka menertawakanku.. Aku sangat malu dan ingin menangis sampai-sampai aku tak dapat berdiri..aku melihat Ririn yang lari ke araku dan menghampiriku, dia berkata
“Kamu gak kenapa-napakan?apakah kamu terluka?”
aku mengingat perlakuannya kembali padaku, jadi aku tak menjawabnya dan bermaksud ingin membalas sikapnya yang kemarin..
Dengan cepat dia merangkulku dan membawaku ke kelas..Dia menanyakan hal sama lagi “Kamu gak kenapa-napakan?apakah kamu terluka?”
Karna dia telah menolongku tadi jadi aku menjawabnya “iya,aku gak kenapa-napa kok..makasih”.
Dia membalasnya dengan senyuman yg tulus “iya sama-sama” dan dia meminta maaf padaku “maaf ya awhy aku gak bermaksud cuekin kamu waktu pertama kita bertemu,soalnya ada masalah pribadi..mm aku harap kita bisa berteman baik.. maaf ya awhy?”.
Semua pikiran buruk tentangnya pun hilang “iya..aku juga minta maaf aku pikir kamu orang yang sombong” kataku
 “iya gak papa”jawabnya dengan senang.
Semenjak peristiwa itu kami selalu bersama hingga hubungan kami semakin dekat.
Bagiku seorang sahabat adalah bisa selalu ada untuk orang-orang yang ada didekatnya, entah orang tersebut mengaanggapnya hanya sebatas teman biasa atau orang yang berarti, yang terpenting baginya bisa membantu orang-orang yang ada didekatnya.
Kami telah duduk di bangku kelas 2 SMP..,segala sesuatu yang tejadi padaku, aku selalu menceritakan padanya.. aku duduk depan kelas bersama Ririn, melihat kakak kelas yang waktu itu mengalihkan pandanganku hingga aku terjatuh..aku menunjuknya dan mengatakan pada Ririn “Rin..kakak kelas itu tampan kan? Menurutmu apakah dia cocok denganku?apakah aku bisa jadian dengannya?”
 Ririn menjawab “mm iya..dia putih sepertimu,menurutku dia cocok denganmu” tiba-tiba Ririn memanggil kakak kelas itu.. dia berjalan kearah kami, dan terang saja aku jadi salting karena kejailan Ririn.
 “Kak ada teman aku ingin berkenalan denganmu..ini dia!” Ririn menunjuk kearahku dan mendorongku ke hadapan kakak kelas ,
Dengan tingkahku yang malu aku berkata “Hai kak..!”.
Semenjak perbuatan Ririn yang jail itu akhirnya aku dan kakak kelas  jadian. “Ciehh..ada yang jadian nih..! PJ-nya mana?”kata Ririn.
“ah! Apaan sihh..!”jawabku tersipu malu.
 Tak terasa sekarang kami telah duduk di bangku kelas 3 SMP dan hari ini terhitung 1 tahun aku telah jadian dengan pacarku disaat aku ingin berbagi kebahagiaan dengan Ririn.., Ririn mengatakan sesuatu yang membuat mood ku berubah
“Awhy aku harus mengatakan ini padamu..,aku tidak bermaksud menyakitimu..tapi kau harus...”
aku memotong pembicaraannya  “ayolahh..! jangan merusak mood ku hari ini.. aku akan mentraktirmu makan dan kita akan pergi jalan-jalan okey!”.
”tapi..aku yang menentukan dimana  tempatnya yah..!” kata Ririn.
“Baiklah” jawabku,tapi aku merasa aneh dengan raut wajah Ririn hari ini.., Aku dan Ririn makan di sebuah restaurant tapi entah mengapa Ririn selalu sibuk dengan handphonenya.., aku bertanya padanya “Rin..kamu ken...” Ririn memotong pembicaraanku
“Awhy maaf yah aku mau ke toilet sebentar..”dengan raut wajahnya yang marah.. aku bingung terhadap sikapnya hari ini.. jadi, aku mengikutinya.di sudut restaurant aku melihatnya bersama dengan pacarku dan dia menangis dihadapannya, tiba-tiba Ririn menamparnya..Aku kaget setengah mati dan langsung menghampirinya
 “Ririn!! Kenapa kau seperti ini!? Dan kamu!,kenapa kamu juga ada disini bersama Ririn!? Apakah kalian berdua pacaran dibelakangku!!?..!” kataku sambil menangis.
“Awhy maaf kan aku tapi aku..”, 
”Sudahlahh!! Aku kira kau adalah Sahabat ku! Ternyata kau menusukku dari belakang..! dan kamu!! Kita Putus! “ Ucapku pada Ririn dan pacarku.
Aku langsung pulang dan meninggalkan mereka berdua. Ririn selalu menelponkuku tapi aku tak pernah menjawabnya dan Persahabatan kami berdua Pecah.
 Hari demi hari aku lalui tanpa seorang Sahabat.. selalu terfikir di benakku tentang kenangan-kenangan ku bersama Ririn,sampai-sampai air mata ini menetes mengingat persahabatan yang Indah menjadi terpecah belah karna seorang Pria. Aku merasa sangat kesepian tanpa seorang Sahabat seperti Ririn tak ada yang dapat menyamainya..dan aku memutuskan untuk bertemu dengannya dan meminta maaf padanya perihal perbuatanku kemarin yang mungkin sangat menyakiti hatinya.
“Rin..aku ingin minta maaf padamu..,aku salah telah berkata kasar padamu waktu itu..” ucapku dengan mata yang berkaca-kaca .
“Why.. sebenarnya aku ingin mengatakan padamu..suatu hal yang penting waktu itu..tapi kamu malah memotong pembicaraanku” kata Ririn dengan lembut. “apa itu?”jawabku dengan wajah penasaran.
 “sebenarnya aku melihat pacarmu makan dengan cewek lain direstaurant waktu itu..jadi aku menariknya agar kau tidak melihatnya..dan menamparnya..bukan hanya itu aku melihatnya juga sehari sebelum anniv mu dengan dia”jawabnya.
”Benarkah!? aku memang bodoh Rin.. aku bodoh! Mengapa aku tidak menyadarinya.. maafkan aku Rin.. karna seorang cowok yang jahat persahabatan kita juga ikut hancur..maafkan aku” jawabku sambil menangis. ”Awhy jangan seperti itu.. aku tidak ingin sahabatku menangis..tolong jangan menangis Why..”jawabnya sambil memelukku,
  “Aku senang punya sahabat sepertimu Rin kau memang sangat mengerti aku..dan kejadian yang kemarin lupakan saja..Karna sahabatku jauh lebih penting dari seorang seperti dia!”jawabku dengan tegas.

Kini dalam kamus kami berdua tertulis bahwa “ Persahabatan tidak mengenal namanya perbedaan, waktu, jarak, harta ataupun suku. Apapun itu, sahabat akan tetap ada. Sahabat sejati tidak akan pergi walaupun dia telah disia-siakan bahkan tidak dianggap akan arti kehadirannya dan juga perbuatannya.”

Karya: Siti Rabiatul Adawiyah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar