Bel
sekolah berbunyi itu tanda dari proses
belajar mengajar akan segera di mulai.Aku adalah siswi baru di salah satu SMA
Negri di Makassar panggil saja aku Awhy, apabila setiap orang melihatku mereka
akan takjub melihat kulitku yang putih hehehe..Aku tidak tahu harus berkata apa
untuk menjawab pertanyaan mereka yg seperti ini, “Mengapa ku
Kulitmu sangat Putih?apakah kamu Luluran setiap hari?”mereka perlu tahu, aku
hnyalah seorang gadis biasa yang hidup ditengah-tengah masyarakat.
Oh
iya! Aku memiliki seorang Teman yang menurutku dia adalah orang yang baik..,
sebut saja dia Ririn.
Aku dan Ririn sudah berteman sejak SMP, hingga
sekarang kami duduk bersama lagi di bangku SMA. Saat pertma kali bertemu, aku
berfikir dia adalah orang yang sombong & angkuh..pokoknya aku selalu
berfikiran jelek tentangnya.
Saat
itu aku sedang mencari kelas ku, disaat
aku menjadi siswi baru di SMP, aku bertemu dengannya dan aku tersenyum
kepadanya dengan penuh kepolosan lalu berkata
”Hai,kelasmu
disini juga yah..?”
sambil
berdiri di depan pintu dan matanya hanya tertuju pada handphonenya dia berkata
“iya”.
Aku
berkata lagi padanya “mm..salam kenal yah..panggil saja aku awhy, aku harap
kita bisa jadi teman baik”
Dengan
gayanya yang seperti tadi dia membalasnya dengan kata yang hanya terdiri dari 3
huruf “iya”.
Aku sangat tidak menyukai sikap orang yang
seperti dia, jadi aku masuk ke kelas dengan alis yang mengkerut sedikit dan
berkata didalam hati
“ah! Pasti tak ada yang ingin berteman dengan
orang sepertinya!dia sangat sombong! Aku tidak bakalan mau berteman dengan
orang sepertinya”.
Sudah
2 minggu aku menjadi siswi baru..Bel istirahat pun berbunyi, dengan cepat aku
membereskan buku-buku di mejaku dan bergegas ke kantin,tiba-tiba langkahku kuperlambat, aku melihat kakak kelas
yang sangat tampan tapi itu menurtuku.. karna mata ini hanya tertuju pada kakak
kelas tiba-tiba...
Gubrakk!! Aku terjatuh karna kaki ku
tersandung batu, seketika pandangan semua orang hanya tertuju kearahku dan
mereka menertawakanku.. Aku sangat malu dan ingin menangis sampai-sampai aku
tak dapat berdiri..aku melihat Ririn yang lari ke araku dan menghampiriku, dia
berkata
“Kamu
gak kenapa-napakan?apakah kamu terluka?”
aku
mengingat perlakuannya kembali padaku, jadi aku tak menjawabnya dan bermaksud
ingin membalas sikapnya yang kemarin..
Dengan
cepat dia merangkulku dan membawaku ke kelas..Dia menanyakan hal sama lagi
“Kamu gak kenapa-napakan?apakah kamu terluka?”
Karna
dia telah menolongku tadi jadi aku menjawabnya “iya,aku gak kenapa-napa
kok..makasih”.
Dia
membalasnya dengan senyuman yg tulus “iya sama-sama” dan dia meminta maaf
padaku “maaf ya awhy aku gak bermaksud cuekin kamu waktu pertama kita
bertemu,soalnya ada masalah pribadi..mm aku harap kita bisa berteman baik..
maaf ya awhy?”.
Semua
pikiran buruk tentangnya pun hilang “iya..aku juga minta maaf aku pikir kamu
orang yang sombong” kataku
“iya gak papa”jawabnya dengan senang.
Semenjak
peristiwa itu kami selalu bersama hingga hubungan kami semakin dekat.
Bagiku
seorang sahabat adalah bisa selalu
ada untuk orang-orang yang ada didekatnya, entah orang tersebut mengaanggapnya
hanya sebatas teman biasa atau orang yang berarti, yang terpenting baginya bisa
membantu orang-orang yang ada didekatnya.
Kami telah duduk di bangku kelas 2 SMP..,segala
sesuatu yang tejadi padaku, aku selalu menceritakan padanya.. aku duduk depan
kelas bersama Ririn, melihat kakak kelas yang waktu itu mengalihkan pandanganku
hingga aku terjatuh..aku menunjuknya dan mengatakan pada Ririn “Rin..kakak
kelas itu tampan kan? Menurutmu apakah dia cocok denganku?apakah aku bisa
jadian dengannya?”
Ririn menjawab “mm iya..dia putih sepertimu,menurutku
dia cocok denganmu” tiba-tiba Ririn memanggil kakak kelas itu.. dia berjalan
kearah kami, dan terang saja aku jadi salting karena kejailan Ririn.
“Kak ada teman aku ingin berkenalan
denganmu..ini dia!” Ririn menunjuk kearahku dan mendorongku ke hadapan kakak
kelas ,
Dengan
tingkahku yang malu aku berkata “Hai kak..!”.
Semenjak
perbuatan Ririn yang jail itu akhirnya aku dan kakak kelas jadian. “Ciehh..ada yang jadian nih..! PJ-nya
mana?”kata Ririn.
“ah!
Apaan sihh..!”jawabku tersipu malu.
Tak terasa sekarang kami telah duduk di bangku
kelas 3 SMP dan hari ini terhitung 1 tahun aku telah jadian dengan pacarku
disaat aku ingin berbagi kebahagiaan dengan Ririn.., Ririn mengatakan sesuatu
yang membuat mood ku berubah
“Awhy
aku harus mengatakan ini padamu..,aku tidak bermaksud menyakitimu..tapi kau
harus...”
aku
memotong pembicaraannya “ayolahh..!
jangan merusak mood ku hari ini.. aku akan mentraktirmu makan dan kita akan
pergi jalan-jalan okey!”.
”tapi..aku
yang menentukan dimana tempatnya yah..!”
kata Ririn.
“Baiklah”
jawabku,tapi aku merasa aneh dengan raut wajah Ririn hari ini.., Aku dan Ririn
makan di sebuah restaurant tapi entah mengapa Ririn selalu sibuk dengan
handphonenya.., aku bertanya padanya “Rin..kamu ken...” Ririn memotong
pembicaraanku
“Awhy
maaf yah aku mau ke toilet sebentar..”dengan raut wajahnya yang marah.. aku
bingung terhadap sikapnya hari ini.. jadi, aku mengikutinya.di sudut restaurant
aku melihatnya bersama dengan pacarku dan dia menangis dihadapannya, tiba-tiba
Ririn menamparnya..Aku kaget setengah mati dan langsung menghampirinya
“Ririn!! Kenapa kau seperti ini!? Dan
kamu!,kenapa kamu juga ada disini bersama Ririn!? Apakah kalian berdua pacaran
dibelakangku!!?..!” kataku sambil menangis.
“Awhy
maaf kan aku tapi aku..”,
”Sudahlahh!!
Aku kira kau adalah Sahabat ku! Ternyata kau menusukku dari belakang..! dan
kamu!! Kita Putus! “ Ucapku pada Ririn dan pacarku.
Aku
langsung pulang dan meninggalkan mereka berdua. Ririn selalu menelponkuku tapi
aku tak pernah menjawabnya dan Persahabatan kami berdua Pecah.
Hari demi hari aku lalui tanpa seorang
Sahabat.. selalu terfikir di benakku tentang kenangan-kenangan ku bersama
Ririn,sampai-sampai air mata ini menetes mengingat persahabatan yang Indah
menjadi terpecah belah karna seorang Pria. Aku merasa sangat kesepian tanpa
seorang Sahabat seperti Ririn tak ada yang dapat menyamainya..dan aku
memutuskan untuk bertemu dengannya dan meminta maaf padanya perihal perbuatanku
kemarin yang mungkin sangat menyakiti hatinya.
“Rin..aku
ingin minta maaf padamu..,aku salah telah berkata kasar padamu waktu itu..”
ucapku dengan mata yang berkaca-kaca .
“Why..
sebenarnya aku ingin mengatakan padamu..suatu hal yang penting waktu itu..tapi
kamu malah memotong pembicaraanku” kata Ririn dengan lembut. “apa itu?”jawabku
dengan wajah penasaran.
“sebenarnya aku melihat pacarmu makan dengan
cewek lain direstaurant waktu itu..jadi aku menariknya agar kau tidak
melihatnya..dan menamparnya..bukan hanya itu aku melihatnya juga sehari sebelum
anniv mu dengan dia”jawabnya.
”Benarkah!?
aku memang bodoh Rin.. aku bodoh! Mengapa aku tidak menyadarinya.. maafkan aku
Rin.. karna seorang cowok yang jahat persahabatan kita juga ikut
hancur..maafkan aku” jawabku sambil menangis. ”Awhy jangan seperti itu.. aku
tidak ingin sahabatku menangis..tolong jangan menangis Why..”jawabnya sambil
memelukku,
“Aku
senang punya sahabat sepertimu Rin kau memang sangat mengerti aku..dan kejadian
yang kemarin lupakan saja..Karna sahabatku jauh lebih penting dari seorang
seperti dia!”jawabku dengan tegas.
Kini
dalam kamus kami berdua tertulis bahwa “ Persahabatan tidak mengenal namanya perbedaan, waktu, jarak, harta
ataupun suku. Apapun itu, sahabat akan tetap ada. Sahabat sejati tidak akan
pergi walaupun dia telah disia-siakan bahkan tidak dianggap akan arti
kehadirannya dan juga perbuatannya.”
Karya: Siti Rabiatul Adawiyah